DONAT KECIL


“Lo sih batu kalo gue bilangin. Udah tau masih pagi malah makan sambel 2 sendok.”

Hyunjin ga akan bisa duduk manis sembari menyimak kuliah 2 sks dengan topik ngomelin sapu lidi kalau yang bilang begitu bukan Jeongin. Padahal kalau di kelas, baru 15 menit dosen mengajar, dia pasti sudah sibuk scroll tiktok atau main shopee cocoki saking bosannya. Tapi sebatas ocehan Jeongin yang sudah 4x remaja itu ulang-ulang, dia tetap ingin mendengarnya lagi dan lagi. Karena pada intinya; mau apa pun yang dilakukan Donat, dia akan selalu menyukainya.

“Besok-besok lo abisin aja semangkok, biar mampus sekalian.”

Gilanya, Hyunjin malah senyum. Hot pack yang diberikan Jeongin untuk mengompres perutnya dia sampirkan ke atas nakas, lalu bergerak untuk mendusal Donat di sebelahnya.

“Dih, jauhan sana. Gue lagi main—SAPU!”

Suara Jeongin melengking saat dengan mudahnya Hyunjin menjadikan tubuhnya sebagai guling hidup.

“Awas ga! gue jambak ya palak lo sampe gue kalah.”

“Lo kalo lagi marah pipi lo malah makin lumer, nat.”

“Goblok.”