I'm coming home! narasi 01.
“Iya, aku yang salah.”
Kalimat singkat itu terlontar begitu saja bersamaan dengan satu tarikan nafas panjang setelahnya. Mengisi rongga dada yang terasa hampa, lalu bersandar pada sandaran jok kemudi dengan pikiran yang melalang buana jauh.
Apa benar aku yang egois?
Jalanan sore yang terasa longgar semakin menjelaskan betapa sepi-nya hari ini. Mentari bahkan tidak bersinar, sepanjang hari langit kelabu membentang luas. Seakan berduka pada hatinya yang sedang remuk.
Mata cantiknya terpejam sesaat. Dan ntah sejak kapan, mutiara indahnya lolos mengalir melewati pipinya yang memerah panas.
Sakit
Sakit sekali
Mengingat kekasihnya yang berjalan tanpa menggenggam tangannya memmbuat Jeongin tidak dapat menghalau rasa sakit di hatinya. Remuk, hampir hancur, namun teringat dengan janji yang terbuat.
“Nanti aku pulang.”
Lantas, Jeongin tersenyum lirih. Menekan dadanya sesaat untuk tidak berdegup terlalu kencang, dan berujar manis. “Cepat pulang ya, bae. Honey-mu menunggu kehadiran dan pelukan kasihmu selalu.”