Lengkara : I
“Sayang.”
“Hm... bentar lagi...”
Jeongin menggeliat kecil, menyamankan dirinya dari usapan dan kecupan ringan yang menghampiri pucuk kepalanya. Tidur 8 jam seolah tidak cukup setelah 2 hari lelah fisik dan batin.
“Ini udah mau jam 10 loh.”
“Hah?” dan sekarang nyawanya terpaksa dikumpul.
“Tenang tenang, masih ada 15 menit lagi.” Hyunjin kembali mengusap surai legam tunangannya bermaksud menenangkan. “Gapapa sayang, kamu pasti bisa kok. Kalo dosennya ngamuk udah kamu ikutin aja mau nya apa.”
“Tapi takut...”
Kali ini tangan lebar Hyunjin menangkup pipi si kecil, lalu dengan gemas mengecup ujung bibir tunangannya sembari mengantarkan ribuan kupu-kupu yang sukses membuat Jeongin terbuai. Marahnya akan kejadian kemarin seakan lenyap, hilang begitu saja; luluh-lantah di buatnya.
Jatuh cinta dalam perjalanan dua puluh tiga tahun memang membuatnya mabuk hingga gila!
“Abis bimbingan mau kemana?” Hyunjin bertanya sembari merapikan peralatan Jeongin, memberikan penanda kertas di setiap lembar agar tunangannya tidak lagi repot membuka bab demi bab.
“Paling ke teknik, Jisung ngajak makan bareng.”
“Berdua?”
“Sama Seungmin Hanbin juga.”
“Kirain.” bibir Hyunjin mencebik.
Jeongin tertawa kecil sambil mengoles lipbalm di bibirnya, “Kamu sensi banget ya kalo aku deket sama Jisung.”
Hyunjin tidak menjawab, dia malah sok sibuk membolak-balikan lembar revisian itu. Lagipula siapa yang tidak cemburu kalau ada orang lain yang lebih posesif ke pasangannya?
Tidak bisa, memikirkannya saja kepala Hyunjin mau pecah.
“Nanti selesai nongkrong aku jemput ya.”
“Emangnya kamu ga sibuk?”
“Ga, aku masih kangen sama kamu.” belum juga lipbalm itu tertutup, Jeongin yang lebih kecil sudah ditarik masuk ke pelukan Hyunjin. “Aku masih kangen sama kamu.”
Bola mata Jeongin mengunci paras tunangannya yang mengecup setiap jengkal wajahnya dengan mata sayu. Kalau begini caranya; Jeongin bukan pingsan di dalam ruang dosen, tapi di dalam mobil karna ulah Hyunjin.
Maka jika mau begitu, biar saja; Jeongin akan menutup mata saat kecupan demi kecupan menghujani wajahnya, atau saat dirinya tidak sengaja menangkap lipstik yang sengaja disembunyikan di balik uang parkir.