Lengkara : IX

Lantas aku ambil langkah ini, yang terlampau kaku; terlampau sakit; terlampau pedih.

sebab, Hyunjin, akan jadi apa ya kita esok hari?


Aroma besi dingin bercampur dengan sapuan lembut angin malam membawa Jeongin untuk hidup sekali lagi. Sorot matanya yang sayu dia lontarkan pada langit, ah benar kata Heeseung, malam ini bintangnya sangat ramai, sampai-sampai matanya yang kecil tidak dapat menampung semuanya —yang begitu indah; begitu memukau; begitu pekat.

Dan, ketenangan ini membuat si manis itu terbuai.

aku juga ingin bahagia lagi.

Kemudian dia terpejam, ingatannya mulai berhamburan datang selaras senyuman kecil yang dia paksakan. Seolah menyambut hangat kehadirannya, berbisik dalam hati, kita sudah terlalu lama mengurung diri, bukan?