MUSUH TAPI MAU


“Kapten sini!”

Jasmine menepuk-nepuk bangku kosong di sebelahnya, meminta Kapten duduk di sampingnya yang seketika membuat suasana bis agak sedikit canggung. Bagaimana tidak kalau singa yang sudah lebih dulu duduk di bangku paling belakang berdecak keras dengan wajah sangat terganggu.

Anjing!

Kapten mengumpat ke dirinya sendiri. Sedikit tersenyum terpaksa sembari berjalan ke arah Jasmine. Posisi mereka yang terbilang cukup belakang dapat merasakan panas di sana. Bahkan dari sudut ekor saja dia dapat melihat Panglima menatap ke arahnya.

Tepat saat dirinya duduk, bis pariwasata yang membawa mereka melaju ke tempat tuju. Bangku depan sudah sangat berisik.

“Care bebek lah anjing!”

“Bagusan runtah bangke!”

“Kagak ada kagak ada, lagu nasional kita dulu.”

Baru juga berangkat sudah ada lagi.

“Palak lu nasional, gue puter juga ni halo-halo bandung!”

“Ribut sekali lagi gue hajar kalian semua.”

Belum juga dia sempat buka suara, Panglima lebih dulu melerai mereka. Dan benar saja, seisi bis langsung diam, bahkan teman-temannya sekali pun.

Mati gue!

Jika Orion terkenal sangat hormat padanya, lain dengan Warior yang sangat slengekan pada Panglima. Mereka sering adu bacot dan terbilang tidak suka diatur. Tapi hebatnya, intrupsi Panglima barusan mampu membuat Warior terdiam.

“Eh?”

Kapten yang tadinya masih sibuk membodoh-bodohi diri sendiri dalam hati terkaget saat bahunya menjadi sandaran Jasmine tanpa bertanya lebih dulu.

“Sorry cil, tapi gue ga suka skinship.”

“Numpang sebentar aja boleh ga kak Je? aku ngantuk banget.”