“Pumpkin jangan gemes-gemes dong, kakak kan jadi pengen cium.”
Cup!
“Cium mah cium aja kakak, Jeje bukan anak kecil lagi hehe..”
Kejadiannya sungguh cepat. Bahkan jauh lebih cepat dari detak jantung Hyunjin saat ini. Seolah waktu berhenti dan yang terjadi hanya tawa tipis dari sang pemilik hati.
Yang Jeongin.
Kenapa semua hal yang menyangkut labu manis bernyawa ini terasa manis?
Sial, bagaimana kecupan singkat itu malah membawa rasa candu?
Kalau begini ceritanya, Hyunjin benar-benar kelimpungan dimabuk cinta dibuat oleh labu manis.