SEDINGIN LAUT
Ribuan kosa kata tidak akan pernah cukup menceritakan betapa luar biasa sosoknya. Meski tidak lekat pada hangat, bahkan ramah jauh dalam penggambarannya, namun bijaksananya sangat mengagumkan.
Tentang insan yang sangat setia pada hubungan, yang rela ditikam di depan mata sendiri hingga mati berkali-kali. Sosok itu tau caranya menarik hati tanpa simpati. Bak bintang-bintang yang menghiasi kaki langit, perannya hadir menjadi petrikor di ruang sempit.
Dia memang tidak seindah senja, tidak pula sehangat bagaskara, atau sampai secantik efemeral. Dirinya erat dalam misteri, potongan enigma yang dirakit pada benang merah hingga akhirnya tercipta sketsa hitam-putih. Sampai tanda tanya besar selalu hadir kenapa? ada apa? butuh bantuan seperti apa?
Ungkapan Dia tidak butuh dunia, tetapi dunia butuh dia amat tepat dalam narasi pribadinya. Dia; Yang Jeongin —Kapten Orion yang sangat diagung-agungkan. Baris-baris kata yang sedingin lautan berakar tepat dalam dirinya. Sungguh, tidak ada yang benar-benar mengenal pasti siapa dirinya.
Seperti saat ini misalnya.
“Rokok, kap.”
Jika