Setiap tarikan koper itu tersela sebuah harapan. Perasaan berdebar yang menciptakan sunyi hingga suara jantung yang terdengar, seakan musim semi di tengah bulan February.

Ia disana. Tersenyum manis dengan langkah kaki kecil. Sebelah tangannya menggenggam se-bouquet bunga mawar pink sebagai tanda pertemuan. Dan Hyunjin tidak dapat berbohong, ulasan senyuman lebar dengan tetesan air mata yang tidak dapat ia tahan menjadi makna sebuah arti kerinduan.

“Honey.” ia bergumam sangat pelan.

“Selamat pagi dan selamat datang pak Hyunjin, mohon maaf sudah membuat bapak menunggu. Saya Jeongin, perwakilan dari Gryst Ent. yang akan mengantar bapak ke Hotel hari ini.”

Jika ada, jika bisa, ayo kita bertemu kembali dikehidupan selanjutnya.