SORAI


“Noh ambil titipan lo, sini pop es gue.”

Bukannya tersinggung kantong hijau bekas belanjaannya di JM beberapa waktu lalu di lempar Kapten kala kakinya berpijak di hadapan pria pemilik lesung pipi manis itu, Panglima malah tersenyum bersamaan tawa kecilnya seperti biasa.

“Aduh aduh, Pipi bolong gue ngambek, harus disogok gimana lagi nih biar ga nyapnyap lagi?”

“Anak setan!”