Strange
Kesendiriannya ditemani gemintang kala itu. Menghiasi cakrawala malam hingga tanpa sungkan cahayanya masuk melalui sela-sela gorden yang tersingkap akibat balutan angin. Atensinya dia berikan pada panci berisi air panas, dengan hati-hati menuangkan air tersebut pada dua gelas susu coklat bubuk yang sudah ia siapkan. Satu untuknya dan satu lagi untuk tamu yang tidak tau keberadaannya dimana. Terlampau biasa mengganggap rumah ini sebagai rumahnya. Pun tuan pemilik sama sekali tidak keberatan.
Tepat saat coklat panas itu sudah siap, suara tamunya menggelegar memenuhi sudut rumah.
“Anak setan, baju gue dimana?!” dasar tidak punya mata. Yang ditanya tidak langsung menjawab, dia hanya menghela napas sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Anak setaaaannn!”
“Di kasur, tadi kan gue bilang bajunya di kasur pipi bolong!”
Lalu hening kembali melanda. Sang pehuni lain mungkin sedang sibuk dalam urusan pribadinya sekarang. Lantas Hyunjin pun meraih ponselnya untuk sekedar melihat-lihat apakah ada pesan penting untuknya.
From: Nanon ipa Mungkin sekarang kita harus stop ngebahas dia. Gue emang sakit tapi harus terbiasa kan?
Bersamaan helaan napas berat jemarinya bergerak untuk membalas pesan tersebut, sebelum suara langkah kaki yang mendekat menghentikan kegiatannya.
“Gila gila seger banget badan gue abis berendem, Jakarta panas banget hari ini padahal kemarin malem hujan gledek.”