bhluewry

i

#I'm coming home! narasi. 03


“Kamu beneran mau punya anak, dek? ga mau adopsi aja?”

Pertanyaan dari Felix kala Jeongin hanya termenung sendu. Lalu Jeongin hanya tersenyum menatap Felix.

“Pake ibu penggati itu kalo ga ada perjanjian dan persetujuan tertulis bakalan sulit, namanya naluri ibu, bawa janin 9 bulan kemana-mana, pasti ngerasa kayak anaknya sendiri. Kamu udah buat perjanjian sama ibu penggantinya, kan, dek?”

Ucapan Felix bak angin yang menerpa halus. Tak tau ingin menjawab apa, rasanya kelu, hatinya tercabik, dan dia tidak ingin menangis di depan banyak orang.

“Sudah, kak.”

Ntah keberapa kali ia berbohong untuk semua yang sudah terjadi tanpa keinginannya. Membiarkan akal yang mengambil alih dan hati yang hancur dalam sepi.

Toh, juga semua bakalan baik-baik aja.

Pun sudah terjadi, Jeongin tidak mungkin meminta Hyunjin menggugurkan anak itu, kan?

Biarpun nantinya membekas, namun semuanya bakalan baik-baik saja selagi ada Hyunjin.

Mungkin.

Suatu hari nanti.

“Dek.”

Lamunannya kembali buyar sesaat suara berat memeluknya hangat. Aroma vanilla dengan kayu manis milik Bangchan menjadi netra penenang hatinya sejenak.

“Tumben kesini kak?”

“Mau jemput bayi ini, Lix.”

“Heh! udah punya suami gini mana bayi lagi, kak?” Jeongin protes dengan dua alis mengerut lucu. Bibirnya maju dan ia malah mendusal ke Felix sebagai tanda tidak setuju atas ucapan Bangchan.

Gemas sekali.

Dan detik itu juga, pria berstatus sebagai wali Jeongin bersumpah pada Tuhan, bahwa ia tidak akan memberi rasa sakit untuk adiknya itu.


“Aku mau ke kantor.”

#I'm coming home bagiam1